F JOENAS wst. blog

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 11 Juni 2013

Nyawa Nan Berharga

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Matius 16:26) Banyak orang menghabiskan lebih dari separuh hidupnya untuk mencari dan mengumpulkan harta; setelah mendapatkan, uangnya dipakai untuk membeli kembali kesehatannya yang terhilang, yang seringkali sudah tidak bisa diperoleh kembali. Ini adalah salah satu ironi terbesar dalam kehidupan manusia, yang terjadi karena konsep nilai yang salah tentang hidup, dan tentang nilai diri manusia itu sendiri. Menanggapi kenyataan yang ironis seperti itu, yang lebih bijak mulai memberikan nasehat, bahwa yang paling penting untuk dijaga itu adalah kesehatan, dan bukan harta. Ketika kesehatannya menurun, orang mulai sadar dan cemas karena ancaman yang muncul ini bukan saja berhubungan dengan kesehatan, tapi pada akhirnya tertuju kepada nyawanya. Kesadaran instinktif muncul bahwa sesungguhnya nyawanya lebih berharga dari apapun. Di dalam kehidupan yang sudah cemar dosa, manusia memang sudah kehilangan konsep nilai yang benar sehingga orang lebih mementingkan bungkus dari pada isi, kuantitas dari pada kualitas. Bagaimana pun, manusia masih mampu menyadari bahwa nyawanya sendiri itulah yang lebih bernilai. Tapi, Tuhan Yesus meyampaikan suatu konsep nilai yang lebih tinggi dari pada apa yang bisa manusia pikirkan. Manusia bisa mengatakan bahwa nyawa itu paling penting dan berharga, tapi hanya dari perspektif kesementaraan, dari perspektif pencapaian atau dari perspektif kepentingan diri sendiri. Di sini Tuhan menyampaikan suatu konsep nilai baru yang paling radikal, bahwa Dia, rela menyerahkan nyawa-Nya sendiri demi untuk mendapatkan kembali manusia yang terhilang. Senilai itulah nyawa manusia di mata Tuhan. Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Dan Dia datang untuk menyerahkan hidup-Nya, supaya manusia sadar bahwa bagi Allah sang Pencipta, nyawa manusia lebih bernilai dari harta sedunia, karena Dia telah menebus manusia berdosa dengan nyawa Anak-Nya sendiri. Dengan apa Saudara menilai diri sendiri? Dengan pencapaian, atau harta, atau karena mengerti bahwa Dia telah menebus kita dengan nyawa-Nya sendiri? Setinggi itulah nyawa kita di mata Tuhan. Banyak orang yang belum pernah tahu nilai nyawanya bagi Tuhan, maukah kita memberi tahu mereka?
sumber:gkagloria.or.id/warta

Selasa, 28 Mei 2013

Tips Manajemen Waktu

Banyak hal yang harus kita lakukan dalam menuju sukses. Dimana salah satunya dengan me-manajemen waktu kita Orang yang sukses memiliki 24 jam sehari, kita juga memiliki 24 jam sehari. Tiada beda jumlah waktunya tetapi yang membedakannya adalah bagaimana kita mengatur waktu itu. Itulah pentingnya aspek manajemen waktu, sehingga muncul istilah yang terkenal, waktu adalah emas. Nah bagimana tips manajemen waktu, berikut ini tips-tips yang mungkin berguna; Tidak tergoda untuk mengerjakan hal-hal yang kecil tetapi menyita waktu. Kuncinya adalah disiplin didalam mengerjakan rencana yang tentunya sudah ada prioritasnya. Sesekali kita melakukan hal-hal kecil tersebut untuk menyegarkan pikiran, hal itu masih wajar tetapi jika sampai menyita banyak waktu atau berketerusan cobalah untuk kembali melihat tugas-tugas kita. Gunakan alat bantu manajemen waktu. Sudah banyak dijual alat-alat bantu manajemen waktu seperti agenda, to do list, dan sebagainya. Dari yang berbentuk buku hingga alat elektronik seperti PDA, smartphone, tabletPC. Gunakan alat-alat tersebut, jangan ragu untuk menggunakannya karena alat-alat tersebut sangat membantu kita mengatur waktu. Prediksi berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas Ketika kita akan mengerjakan sesuatu atau ketika merencakan sesuatu, kita harus mengetahui kira-kira seberapa lama waktu yang diperlukan, sesuaikan dengan kemampuan kita dalam menyelesaikan tugas tersebut, jangan membuat prediksi yang tidak sesuai dengan kemampuan kita karena hal ini malah dapat menimbulkan masalah lain. Mengetahui kapan suatu tugas harus diselesaikan. Seperti pada point pertama, kita mengerjakan sesuai prioritas, kita harus mengetahui kapan suatu tugas harus diselesaikan dan mana tugas yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan mana yang bisa di tunda. Sediakan waktu untuk menyusun kembali rencana di pagi hari dan disiplinlah sesuai rencana-rencana tersebut. Kita tidak bisa mengerjakan dua tugas dalam waktu bersamaan Fokus, salah satu hal yang penting dalam manajemen waktu adalah fokus pada satu tugas. Kita tidak akan bisa mengerjakan dua atau lebih tugas sekaligus dengan tingkat perhatian yang sama, yang mungkin bisa dikerjakan adalah “multitasking” tetapi kita tetap mengerjakan satu hal pada satu waktu. Multitasking sebenarnya adalah suatu seni didalam melakukan delegasi wewenang dan tugas. Hindarkan untuk terpaku pada lama waktu yang telah kita rencanakan Ketika kita merencakan untuk menyelesaikan suatu tugas didalam waktu tiga jam (contoh 3 jam), hindarkan kita untuk selalu berpaku pada waktu 3 jam itu untuk menyelesaikannya, jika kita bisa menyelesaikannya dalam waktu 2 jam, akan lebih baik. Sehingga kita bisa melanjutkan untuk tugas selanjutnya. Keep it simple Tips manajemen waktu yang lain adalah selalu bersikap efisien. Jangan melakukan sesuatu yang bisa membuat rumit/susah yang malah menghabiskan waktu. Jika suatu tugas dapat dibuat sederhana mengapa harus dibuat sulit, mudahkan maka kita akan menemukan waktu yang lebih banyak.
sumber:gbaconsultant.co.id

Selasa, 21 Mei 2013

Yesus Sang Mesias

"...harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya... dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Efesus 4:22, 24)
Dalam perjalanan menuju Kaisarea Filipi bersama para murid, Tuhan Yesus bertanya kepada mereka, "menurut pendapat orang, siapakah Anak manusia?" Dengan frase: "Anak Manusia" secara jelas Tuhan Yesus maksudkan diri-Nya sendiri. Jawab mereka, "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia, atau salah seorang dari para nabi." Kemudian Yesus melanjutkan pertanyaan kepada para murid-Nya sekarang, "Tetapi apa katamu siapakah Aku ini?" Simon Petrus menjawab; "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup." Jawaban mi merupakan sebuah pengakuan bahwa Yesus adalah Allah yang hidup.
Mesias berarti "orang yang diurapi" (dalam bahasa Yunani - Kristus). Istilah "Yang Diurapi" biasanya ditetapkan untuk raja, imam atau nabi, pada zaman antar perjanjian dapat digunakan sebagai istilah teknis bagi tokoh yang mewakili Allah yang dinantikan itu. Dalam pemahaman orang Yahudi, Mesias yang dijanjikan itu, harusnya memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Membebaskan bangsa Yahudi dari penjajahan (Romawi) 2. Mengumpulkan kembali bangsa Israel dari segala penjuru bumi 3. Memimpin pada penyembahan pada Tuhan Allah yang benar 4. Membawa era perdamaian 5. Mendirikan kembali negara Israel
Yesus tidak ingin orang-orang Yahudi memandang Dia sebagai Mesias politis. Karena itu Yesus menyuruh murid-muridNya agar tidak memberitahu orang lain bahwa Dia adalah Kristus (Mesias). Alasannya sederhana,karena orang-orang Yahudi pada saat itu memegang pemahaman yang salah tentang Kristus (Mesias). Mereka memahami Kristus sebagai pemimpin politik yang akan membebaskan mereka dari kekuasaan Roma dan membangun Israel sebagai satu kekuatan politik di dunia ini.
Ketika Simon Petrus menjawab bahwa "Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup." Ini adalah pernyataan yang puncak bila kita bandingkan dengan Yoh. 20:30-31. Di situ rasul Yohanes menyatakan tujuan penulisan akan karya Yesus semata-mata agar manusia percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah yang hidup dan supaya orang boleh hidup oleh karena percaya akan nama-Nya. Jadi pengenalan akan Kristus memberikan implikasi akan hidup dan mati setiap orang. Maka di sini Petrus memberikan kristalisasi akan pengenalan mereka selama beberapa tahun itu, bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Yesus adalah Mesias yang membebaskan dan menyelamatkan manusia dari kutuk dosa? Sudahkah engkau mengenal-Nya? Datanglah pada-Nya sekarang juga.
sumber:gkagloria.or.id

Senin, 20 Mei 2013

Gereja "Melayang" yang Bikin Tercengang

Gedung gereja bernama The Provo Tabernacle di Provo, Utah, Amerika Serikat, ini dibangun pada 1898. Konstruksinya sempat terbakar pada 2010. Alih-alih menghancurkan seluruh bangunan, penduduk sekitar memutuskan untuk menyelamatkan eksterior bangunan gereja berumur 130 tahun tersebut dengan menempatkan bangunan gereja di atas besi-besi setinggi 12 meter. Menurut manajer proyek revitalisasi gereja Andy Kirby, penduduk sekitar terbelalak ketika melihat situs konstruksi tersebut. Mereka belum pernah melihat hal semacam ini sebelumnya. Mereka hanya mengatakan bahwa gereja tersebut tidak tampak nyata. "Mereka terpukau dengan cara kami mengangkat bangunan seperti ini," kata Kirby. Pertama-tama, para insinyur menghancurkan interior gereja yang telah rusak. Kemudian, mereka menyangga dinding eksterior dengan struktur khusus. Struktur ini dipasang agar para pekerja dapat membuat ruang bawah tanah setinggi dua lantai yang nantinya dapat digunakan untuk ruang pertemuan dan bahkan sebagai ruang parkir. Sebenarnya, teknik yang digunakan dalam proses perbaikan gereja ini sudah digunakan di banyak tempat lain di seluruh dunia. Untuk proyek ini, sebuah dinding beton dimasukkan dalam batu bata.Cara ini membuat bangunan lebih stabil serta memberikan kekuatan lebih. Proyek yang akan selesai pada 2015 mendatang ini pada awalnya menghabiskan biaya sebesar 100.000 dolar AS atau Rp 975 jutaan. Setelah berdiri selama ratusan tahun tanpa masalah berarti, pada 17 Desember 2010 gedung ini terbakar hebat. Kebakaran yang terjadi karena teknisi lampu memasang lampu bertenaga 300 watt pada boks pengeras suara dari kayu ini menghasilkan kerugian sebanyak 15 juta dolar AS. Pada Oktober 2011, Presiden The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Thomas S. Monson mengumumkan perbaikan konstruksi tersebut dan akan mengubahnya menjadi kuil Mormon.
sumber:kompas.com

BISNIS TOKO ONLINE

ViralGen Referral Shopping
Free Backlinks